Cara Mermbuat Running Led Sederhana

LED Secara istilah kita mungkin lebih familiar disebut lampu berjalan. Jadi Running LED ini merupakan rangkaian elektronika yang didalamnya terdapat lampu-lampu LED (light-emitting diode).

Cara Mengedit Video Dengan Ulead Video Studio

Cara Mengedit Video Dengan Ulead Video Studio memang mudah

Cara Mengunakan Osiloskop Dengan Mudah

Osiloskop adalah sebuah perangkat atau alat bantu yang biasa digunakan untuk menganalisa frekuensi yang terdapat didalam perangkat elektronika

Cara Membuat Lampu Flip Flop Sederhana

Cara kerja rangkaian lampu flip-flop ini ialah transistor digunakan dalam keadaan cut off dan saturasi ( ON/OFF ), dan kapasitor elektronik (elco) digunakan sebagai delay untuk mentriger kaki basis transisitor dikarenaka sifat elco yang dapat menampung arus listik.

TCara Membuat Speaker Aktif

Oke bahan - bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: 1. IC TDA 7056 ini gambarnya 2. Potensio atau komponen yang biasa untuk volume ukuranya bisa 1 K....

Showing posts with label Praktek Elektronika. Show all posts
Showing posts with label Praktek Elektronika. Show all posts

Monday, 16 February 2015

Cara Mudah Membuat Speaker Aktif Sederhana

Cara Mudah Membuat Speaker Aktif Sederhana
Assalamualaikum wr.wb
Postingan kali ini admin akan bagikan sedikit pengalaman tentang cara membuat speaker aktif sederhana. Saking sederhananya orang yang tidak terlalu pintar dalam bidang elektro juga bisa membuatnya kayak admin ini hehehe...
Oke bahan - bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1. IC TDA 7056 ini gambarnya

2. Potensio atau komponen yang biasa untuk volume ukuranya bisa 1 K sampai 20 K kalo admin pakai yang 20 K
3. Jack Stereo yaitu untuk input audionya gambarnya seperti ini agar inputnya dari hp maupun komputer
4. Speaker ukuran bebas tapi disarankan 8 Ohm
5. Baterai 4 volt atau charger hp atau USB  kalo ada
6. Peralatan solder menyolder

Oke kalo alat - alat sudah kumpul sekarang panaskan solder dan lihat skema di bawah ini untuk panduan menyambung semua komponen di atas


Cara menghubungkannya adalah ujung speker di sambungkan dengan kabel ke kaki IC TDA pin 6 dan 8, Lalu untuk Tegangan 4 voltnya di hubungkan dengan pin 2(+) dan pin 4(-)/ground dan pin 7 (-)/ground sedangkan untuk potensiometernya kaki tengah di sambungkan dengan pin 3 IC TDA dan kaki pinggir kiri ke ground/pin 4 dan kaki pinggir kanan untuk input Audionya.
Bagaimana mudah kan?
silahkan dicoba, semoga berhasil
wassalamualaikum wr.wb. Cara Mudah Membuat Speaker Aktif Sederhana

Sumber :  http://imanjayoda.blogspot.com/2014/11/cara-mudah-membuat-speaker-aktif.html

Cara Membuat Catu Daya Sederhana

Pengertian Catu Daya
                Catu daya atau power suplay adalah suatu rangkaian elektronik yang mengubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi arus listrik searah (DC). Hampir semua peralatan elektronik membutuhkan catu daya. Ada beberapa peralatan elektronik seperti radio dan tape yang masih membutuhkan baterai sebagai sumber arusnya. Namun untuk mempermudah agar kita tidak tergantung dengan baterai, maka dibuatlah alat yang dapat mengubah arus listrik dari PLN menjadi arus listrik searah. Dalam aplikasinya catu daya banyak kegunaannya dan manfaatnya, terutama dalam penggunaan peralatan elektronik yang membutuhkan catu daya. Contohnya : radio, tape, hape, laptop dan masih banyak peralatan elektronik lainnya yang membutuhkan yang namanya catu daya.
Komponen pembuatan catu daya
                Dalam pembuatan catu daya yang akan saya uraikan ini adalah tentang pembuatan catu daya dengan keluaran + 5 volt dan -5 volt. Adapun komponennya adalah sebagai berikut:
1.       Transformator
2.       Diode sebagai penyearah
3.       Kapasitor
4.       Resistor
5.       Inductor
6.       Transistor
7.       Ic
Pada rangkaian penyearah yang hanya menggunakan dioda penyearah masih memiliki sinyal ac sehingga belum searah seperti halnya tegangan dc pada baterai. Sinyal ac yang tidak diinginkan ini dinamakan ripple. Faktor ripple adalah besarnya prosentase perbandingan antara tegangan ripple dengan tegangan dc yang dihasilkan.
Untuk memperkecil nilai ripple dapat digunakan filter kapasitor. Semakin besar nilai kapasitor maka akan semakin kecil nilai tegangan ripple. Untuk memperoleh suatu catu daya dengan nilai keluaran yang tetap, maka dapat digunakan sebuah IC regulator 78xx untuk catu daya positif dan IC regulator 79xx untuk catu daya negatif. (xx adalah nilai tegangan yang dikeluarkan dari regulator tersebut)
1.        Transformator
Merupakan sebuah komponen elektronik yang berguna untuk menurunkan tegangan dengan tipe CT (center). Trafo jenis ini memiliki keluaran tegangan yang simetris pada kumparan sekundernya yang dibatasi oleh sebuah garis tengah CT. Karakteristik trafo CT sebagai berikut :
·         Tegangan Input primer : 110V / 220V @ AC 50 Hz
·         Tegangan Output Sekunder : 3V/4,5V/6V/7,5V/9V/12V/18V/24V
·         Arus output sekunder : 0,5 – 10 Ampere
            Trafo CT biasa digunakan pada rangkaian catu daya sebagai penurun tegangan dari tegangan PLN (220V) menjadi tegangan yang lebih rendah.
2.      Dioda Bridge
            Dioda bridge adalah diode silikon yang dirangkai menjadi suatu bridge dan dikemas menjadi satu kesatuan komponen dan biasa digunakan sebagai penyearah pada rangkaian catu daya. Ukuran diode bridge yang utama adalah voltage dan ampere maksimumnya.
3.       Kapasitor Polar
            Elektroda pada kapasitor polar terbuat dari bahan alumunium yang menggunakan membrane oksidasi tipis. Karakteristik utama kapasitor polar adalah perbedaan polaritas pada kedua kakinya. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati saat memasangnya pada rangkaian. Jika pemasangannya terbalik, kapasitor akan rusak bahkan meledak. Biasanya, tegangan kerja kapasitor sebesar 2 kali tegangan catu daya. Misalnya, kapasitor diberikan catu daya dengan tegangan 5 volt, artinya kapasitor harus memiliki tegangan kerja minimum 2x5 = 10 volt. Umumnya kapasitor polar digunakan pada rangkaian catu daya, low pass filter, dan rangkaian pewaktu. Kapasitor ini tidak bisa digunakan pada rangkaian dengan frekuensi tinggi.
4.       Resistor
            Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Resistor bersifat resistif dan umumnya  terbuat dari bahan karbon. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol W (Omega).  Bentuk resistor yang umum adalah seperti tabung dengan dua kaki di kiri dan kanan. Pada badannya terdapat lingkaran membentuk cincin kode warna untuk mengetahui besar resistansi tanpa mengukur besarnya dengan Ohmmeter.
5.       Resistor Daya
            Resistor ini digolongkan sebagai resistor power karena bessarnya dispasi daya yang dapat ditahan. Bentuknya sama dengan resistor pada umumnya tetapi ukurannya lebih besar.
Transistor TIP2955
            Merupakan jenis NPN transistor daya negative yang biasa digunakan bersama transistor 3055. Karakteristik transistor TIP2955 sebagai berikut :
·         Tegangan maksimum kolektor-emitor (Vce): -70 volt
·         Tegangan maksimum kolektor-basis (Vcb): -100 volt
·         Tegangan maksimum emitor-basis (Veb); -7 volt
·         Arus kolektor konstan : 15 Ampere
·         Dispasi daya: 90 watt
·         Kemasan : SOT-93
6.      IC Regulator
78xx
Merupakan IC regulator/penurun linier tegangan positif arus DC. Nilai xx pada seri 78 adalah nilai tegangan keluaran yang diinginkan. Misalnya, 7805 akan mengeluarkan tegangan 5 volt. Karakteristik IC 78xx Sebagai berikut :
·         Tegangan catu daya minimum = 7 volt
·         Tegangan catu daya maksimum = 40 volt
·         Nilai tegangan keluaran berdasarkan kode xx = 5,6,8,9,10,12,18,24 volt
·         Arus keluaran maksimum = 1 Ampere
·         Tipe regulasi tegangan = linier
·         Kemasan = TO-220
79xx
            Merupakan IC regulator/penurun linier tegangan negatif arus DC. Nilai xx pada seri 79 adalah nilai tegangan keluaran yang diinginkan. Misalnya, 7905 akan mengeluarkan tegangan 5 volt. Karakteristik IC 79xx Sebagai berikut :
·         Tegangan catu daya minimum = -25 volt
·         Tegangan catu daya maksimum = -7 volt
·         Nilai tegangan keluaran berdasarkan kode xx = -5,-6,-8,-9,-10,-12,-18,-24 volt
·         Arus keluaran maksimum = 1 Ampere
·         Tipe regulasi tegangan = linier
·         Kemasan = TO-220
7.      LED
 Karakteristik LED :
·         Warna Cahaya: - super bright red (624-630 nm)
·         super bright green (567-573 nm)
·         Jenis Lensa : white clear
·         Tegangan maju diode : 2,1-3,2 volt
·         Arus maju diode : 20mA
·         Material LED : lnGaN-GaAllnP
8.      Fuse / Sekering
            Suatu peralatan proteksi yang umum digunakan, Sekering adalah suatu peralatan proteksi kerusakan yang disebabkan oleh arus berlebihan yang mengalir dan memutuskan rangkaian dengan meleburannya elemen sekering.
                                         Gambar Rangkaian Catu Daya +5 Volt dan -5 Volt


                                 Gambar FlowChart Rangkaian Catu Daya +5 Volt dan -5 Volt
Peralatan yang dibutuhkan
1)      Obeng
2)      Gergaji besi mini
3)      Tang penjepit
4)      Solder
5)      Tang potong
6)      Timah
7)      Konektor
8)      Kabel
9)      Multimeter
10)   Saklar on/off
11)   Penyedot timah
12)   Mur
13)   Sekrup
14)   Bor mini
15)   Nampan
Bahan yang dibutuhkan
1)      Papan PCB
2)      Larutan FeCl3
3)      Kertas kalender
Langkah - langkah pembuatan catu daya +5 volt dan -5 volt
1)      Membuat jalur PCByang telah didesain sebelumnya pada software yang telah disediakan
2)      Teliti kembali jalur yang telah dibuat agar tidak salah
3)      Jika benar-benar siap, selanjutnya di print dengan menggunakan kertas kalender
4)      Persiapkan PCB yang akan dibuat
5)      Tempelkan dari jalur PCB pada kertas kalender ke papan PCB dengan menggunakan pemanas
6)      Setelah pemanasan selesai, biarkan jalur PCB tersebut sampai dingin
7)      Jika papan PCB sudah dingin, rendam papan PCB dengan air selama kurang lebih 30 menit
8)      Persiapkan larutan FeCl3 (feriklorit) pada nampan yang sudah tersedia
9)      Jika PCB benar-benar sudah dingin, masukkan papan PCB tersebut ke larutan FeCl3
10)   Goyang-goyangkan larutan tersebut, agar kadar tembaga yang tidak tertutupi oleh jalur yang telah dibuat cepat hilang
11)   Dan usahakan tembaga yang tidak tertutupi oleh jalur benar-benar bersih
12)   Setelah itu angkat dan bersihkan dengan sikat yang sudah di lumuri sabun pada jalur papan PCB yang bersih
13)   Setelah itu dibor dengan bor mini dengan ukuran 0,8 dan 1 mm pada jalur tersebut
14)   Periksa kembali apakah jalur sudah dibor semua
15)   Pasang komponen pada jalur PCB dengan baik dan benar
16)   Solder pada kaki-kaki komponen yang sudah terpasang PCB
17)   Periksa kembali solderannya apakah ada jalur yang menempel, agar jika saat di coba tidak short
18)   Periksa lagi dengan benar apakah sudah sesuai dengan gambar rangkaian dari input sampai outputnya
19)   Tempatkan PCB rangkaian catu daya tersebut pada box, agar terjaga kerapiannya
20)   Catu daya dengan keluaran +5 volt dan -5 volt, selesai dan siap digunakan
Mudahkan !!!!!!!!!
Jika berminat silahkan buat,
yang terpenting setelah semua rangkaian catu daya tersebut selesai, ukur dengan menggunakan alat multimeter untuk mengukur tegangan keluarannya. Jika keluaran/outputnya m,endekati +5 volt dan -5 volt, maka rangkaian catu daya tersebut berhasil.Cara Membuat Catu Daya Sederhana
Sumber : http://budi2one.blogspot.com/2014/03/pembuatan-catu-daya-5-volt-dan-5-volt_31.html

Cara Mermbuat Running Led Sederhana

Apa itu Running LED?
Running LED dalam istilah bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai lampu "berlari", namun dalam istilah kita mungkin lebih familiar disebut lampu berjalan. Jadi Running LED ini merupakan rangkaian elektronika yang didalamnya terdapat lampu-lampu LED (light-emitting diode). Nantinya lampu-lampu tersebut bisa menyala secara bergiliran atau berurutan.

Fungsi Running LED
Rangkaian Running LED dapat dimanfaatkan sebagai aksesoris/hiasan. Selain itu juga dapat digunakan untuk penerangan disaat listrik padam pada malam hari dengan menggunakan LED yang sewarna. (Umumnya dapat menggunakan lampu LED berwarna putih agar cahaya yang dihasilkan terlihat terang).

Cara membuat Running LED
Komponen atau rangkaian Running LED yang belum dirangkai/dipasang dapat dibeli di toko elektronik dengan harga berkisar mulai dari Rp.10ribu sampai dengan Rp.20ribu-an (tergantung banyaknya lampu LED yang disertakan didalam satu set kemasannya). Banyaknya lampu LED bisa disesuaikan dengan kebutuhan, tentunya semakin banyak akan semakin mahal harganya.


Contoh rangkaian Running LED (satu set) yang dapat dibeli di toko

Jadi pada tutorial ini kita akan membuat Running LED dengan sederhana saja, tanpa perlu ribet membuat skema rangkaian pada PCB secara manual, cukup dengan merangkai dari komponen yang sudah kita beli tadi. Ok langsung saja, berikut hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk membuat rangkaian Running LED sederhana.

Alat & Bahan:
- Rangkaian Running LED yang belum di rangkai.
- Kabel kecil (Biasanya sudah terdapat dalam satu kemasan).
- Batu baterai 6-12 volt atau adaptor.
- Solder 30-40 watt dan tenol.
- Solder atractor.
- Pinset.
- Tang potong.
- Multimeter/multitester/AVOmeter.
- Timah.

Langkah-langkah:
1. Langkah pertama, keluarkan semua komponen dari dalam kemasan Running LED.
2. Kedua, uji semua komponen dengan menggunakan multimeter/multitester/AVOmeter untuk memastikan bahwa masing-masing komponen dapat bekerja dengan baik atau tidak rusak.
3. Jika sudah selesai menguji komponen, pasang komponen ke papan PCB (Project Board). Dengan catatan pemasangan dimulai dengan komponen pasif terlebih dahulu. (Baca disini mengenai komponen pasif dan komponen aktif).
4. Kemudian pasang dan solder kaki-kaki komponen pasif tersebut terlebih dahulu.
5. Setelah itu, potong sisa-sisa kelebihan kaki komponen itu supaya tidak mengganggu dan terlihat lebih rapi.
6. Saatnya memasang komponen aktif, menyolder kaki-kakinya, dan memotong kelebihan kakinya.
7. Rangkaian siap dicoba. Pasangkan kutub positif batu baterai ke kutub positif rangkaian. Begitu juga dengan kutub negatifnya. (Biasanya sudah disertakan kabel merah (penanda positif) dan kabel hitam (penanda negatif).

Kabel untuk menghubungkan sumber daya baterai ke komponen Running LED

Jika berhasil, maka lampu LED akan menyala bergantian dengan urut searah jarum jam dan LED itu seolah-olah berlari. Variasi warna pada lampu LED akan menghasilkan cahaya warna yang berbeda-beda. Berikut ini contoh macam-macam lampu LED dengan berbagai bentuk.

Macam-macam Running LED

Contoh Running LED dengan PCB berbentuk persegi/kotak
Contoh Running LED dengan komponen lainnya
Running LED versi lainnya

Running LED versi lainnya dengan bentuk yang lebih menarik

Kesimpulan
Sebenarnya masih banyak sekali rangkaian Running LED yang bisa kita buat dengan berbagai bentuk sesuai dengan keinginan. Hanya saja untuk membuat rangkaian Running LED sesuai dengan keinginan kita harus membuatnya secara manual, tentu akan semakin sulit dan rumit untuk membuat skema dan desain rangkaiannya pada PCB.

Jadi untuk Anda yang ingin membuat dan belajar memasang Running LED sendiri, cukup beli saja rangkaian Running LED tersebut di toko elektronik yang memang belum dirangkai atau dipasang.

Nah, itu dia sedikit informasi dan tutorial cara membuat rangkaian Running LED sederhana. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk para pembaca yang memang sedang ingin membuatnya.
Sumber :  http://www.inforingan.com/2014/05/cara-membuat-running-led.html

Sunday, 15 February 2015

Cara Mengunakan Osiloskop Dengan Mudah

Cara Mengunakan Osiloskop Dengan Mudah. Osiloskop adalah sebuah perangkat atau alat bantu yang biasa digunakan untuk menganalisa frekuensi yang terdapat didalam perangkat elektronika, dan biasanya yang sering digunakan oleh para teknisi pesawat televisi, namun Osiliscop ini juga dapat dipergunakan dalam menganalisa frekuensi handphon, walaupupun jika dilihat dari sisi fungsi kurang efisien dalam melakukan analisa pada perangkat ponsel, namun banyak para teknisi dan lembaga pelatihan teknisi handphone menggunakan perangkat osiloskop tersebut, akan tetapi untuk para teknisi yang memang tidak cukup dana untuk membelinya, maka tidak harus pesimis dengan kondisi tersebut, karena memang tanpa Osiloscop kita masih sangat dapat memperbaiki perangkat handphone.
Sedangkan untuk para pengguna perangkat Osiloskop, disini kami akan memberikan petunjuk dalam menggunakan perangkat tersebut :
Fungsi dari tiap-tiap bagian:
1. POSITION :
Untuk mengatur posisi berkas signal arah vertical untuk channel 1.
2. DC. BAL :
Untuk menyeimbangkan DC vertical guna pemakaian channel 1 (atau Y ),
Penyetelan dilakukan sampai posisi gambar diam pada saat variabel diputar.
3. INPUT :
Terminal masukan pada saat pengukuran pada CH 1 juga digunakan untuk
Kalibrasi.
4. AC ? GND ? DC
Posisi AC = Untuk megukur AC, objek ukur DC tidak bisa diukur melalui
Posisi ini, karena signal DC akan terblokir oleh kapasitor.
Posisi GND = Terminal ini terbuka dan berkas merupakan garis nol/lived nol.
Posisi DC = Untuk mengukur tegangan DC dan masukan-masukan yang lain.
5. VOLT/DIV :
Sakelar putar untuk memilih besarnya tegangan per cm (volt/div) pada layar CRT,
ada II tingkat besaran tegangan yang tersedia dari 0,01 v/div s.d 20V/div
6 VARIABLE :
Untuk mengontrol sensitifitas arah vertical pada CH 1 (Y). pada putaran maksimal
Ke arah jarum jam (CAL) gunanya untuk mengkalibrasi mengecek apakah
Tegangan 1 volt tepat 1 cm pada skala layar CRT.
7 MODE (CH 1, CH 2, DUAL, ADD, SUB)
CH 1 : Jika signal yang diukur menggunakan CH 1, maka posisi switch pada CH
1 dan berkas yang nampak pada layar hanya ada satu.
CH 2 : Jika signal yang diukur menggunakan CH 2, maka posisi switch pada CH
2 dan berkas yang nampak pada layar hanya satu.
DUAL : Yaitu suatu posisi switch apabila hendak mengunakan CH 1 dan CH 2
Secara bersamaan, dan pada layar pun akan tampak dua berkas.
ADD : Bentuk gelombang dari kedua channel masukan yang dapat dijumlahkan
Secara aljabar dan penjumlahannya dapat dilihat dalam bentuk satu
Gambar.
SUB : Masukan dengan polaritas terbaik pada CH 2, ditambah masukan CH 1,
Maka perbedaan secara aljabar akan tampak satu gambar pada layar.
Apabila CH 1 tidak diberi signal masukan, maka bentuk gelombang
Dengan polaritas terbaik dari channel 2 akan tampak.
8. LED PILOT LAMP :
Lampu indicator untuk power masuk, apabila switch ILLUM diputar ke on.
9. ILLUM :
Bila diputar berlawanan jarum jam maksimum, maka power AC akan mati dan jika
Ke kanan, maka power AC akan masuk dengan ditandai LED pilot lampu menyala.
10. INTENSITY :
Untuk mengatur gelap atau terangnya berkas sinar supaya enak pada penglihatan.
Diputar ke kiri untuk memperlemah sinar dan apabila diputar ke kanan akan
membuat terang
11. FOCUS :
Untuk memperkecil/menebalkan berkas sinar atau garis untuk mendapatkan
Gambar yang lebih jelas.
12. ASTIG :
Pengaturan astigmatisma adalah untuk memperoleh titik cahaya yang lebih baik
Ketika menyetel FOCUS
13. EXT-TRIG :
Terminal dari sinkronisasi eksternal tegangan eksternal yang lebih dari IV peak
To peak harus menggunakan switch SOURCE di set pada posisi EXT.
14. SOURCE :
Sakelar dengan tiga posisi untuk memilih tegangan sinkronisasi.
CH 1 : Huruf akan sinkron dengan masukan gelombang dari CH 1.
Jika menggunakan CH 1 hendaklah switch source ditetapkan pada CH 1.
CH 2 : Sweep akan sinkron dengan masukan gelombang dari CH 2. apabila
Menggunakan CH 2 hendaknya switch source diletakkan pada CH 2.
Sweep CH 1 dan CH 2 akan sikron pula pada saat menggunakan DC/AC.
EXT : Sweep akan sikron dengan masukan signal dari luar melalui
Terminal EXT + TR 16 (19).
15. SYNC :
Sakelar pemisah sinkronisasi.
15. LEVEL;
Meengontrol sync level adalah mengatur phase sync untuk menentukan bentuk titik
awal gelombang signal.
16. PULL AUTO
Dengan mencabut pemutar level sweep akan sedikit terganggu.bentuk gelombang -
tidak diam selama tidak menggunakan signal trigger,yang nampak hanyalah garis
lurus dan ini akan terjadi bila signal teriger masuk.
17 POSITION.
Untuk menyetel kekiri dan kekanan berkas gambar ( posisi arah horizontal)
Switch pelipat sweep dengan menarik knop ,bentuk gelombang dilipatkan 5
Kali lipat kearah kiri dan kearah kanan usahakan cahaya seruncing mungkin.
18. SWEEP TIME /DIV;
Yaitu untuk memilih skala besaran waktu dari suatu priode atau pun square
trap Cm (div ) sekitar 19 tingkat besaranyang tersedia terdiri dari 0,5 s/d 0,5
second.pengoperasian X-Y didapatkan dengan memutar penuh kearah jarum
jam.perpindahan Chop-ALT-TVV-TVH.secara otomatis dari sini.Pembacaan
kalibrasi sweep time/div juga dari sini dengan cara variabel diputar penuh se
arah jarum jam.
19. VARIABEL;
Digunakan untuk menyetel sweeptime pada posisi putaran maksimum arah
jarum jam. ( CAL ) tiap tingkat dari 19 posisi dalam keadaan terkalibrasi .
20. CAL IV PP
Yaitu terminal untuk mengkalibrasi voltage frequency chanel 1 dan chanel 2
Dimana untuk frequency 1 Khz tegangan harus 1 volt P-P.
21. AC VOLTAGE SELECTOR ;
Untuk menyetel tegangan listrik 110 Volt atau 220 Volt.
22. INT MOD
Teminal intensitas Brightness
OSILOSKOP
Osiloskop berguna untuk: melihat tingkah laku tegangan gelombang secara visual, ada beberapa jenis tegangan gelombang yang akan diperlihatkan pada layar monitor osiloskop .
1) Gelombang sinusoida
2) Gelombang blok
3) Gelombang gigi gergaji
4) Gelombang segitiga.
Untuk dapat menggunakan osiloskop, harus bisa memahaami tombol-tombol yg ada pada pesawat perangkat ini,seperti telah diutarakan diatas.
Secara umum osiloskop hanya untuk circuit osilator ( VCO ) disemua perangkat yg menggunakan rangkaian VCO.
Walau sudah berpengalaman dalam hal menggunakan osiloskop, kita harus mempelajari tombol instruksi dari pabrik yg mengeluarkan alat itu.
Untuk mengukur: Volt dari (tiap jenis tegangan gelombang.)
Besaran gelombang frequency
Betuk gelombang frequency.
W a k t u ( time )
F a s a
Tegangan tinggi maksimum
Tegangan tinggi minimum.
Lengkung dan cacat modulasi ( audio )
Cara menghitung frequency tiap detik.
Dengan rumus sbb ; F = 1/T
F = freq
T = waktu
Untuk menggunakan osiloskop haruslah berhati-hati, bila terjadi kesalahan sangat fatal akibatnya?. Cara Mengunakan Osiloskop Dengan Mudah

Sumber :  http://lpwi.blogspot.com/2011/03/cara-menggunakan-oscilloscope.html

Saturday, 14 February 2015

Cara Membuat Lampu Flip Flop Sederhana


Cara Membuat Lampu Flip Flop Sederhana. elektronika memang susah-susah gampang. Tapi selama kita rajin membaca, mencari tau, dan mencoba membuat alatnya maka tidak akan serumit kelihatannya. Belajar elektronika akan menjadi sangat menarik apabila kita susah mengerti selah-selahnya.

Terlebih dahulu kita membuat alat yang rangkaiannya agak mudah baru kemudian ke rangkaian yang lebih rumit. Seperti rangkaian yang akan kita buat berikut ini, rangkaian lampu flip-flop sederhana yang menggunakan 2 ( dua ) diode.

Rangkaian ini pernah saya buat semasa Uji Kompetensi kelas XI d SMKN 2 Depok. Pada saat membuatnya tidak ditemui banyak kesulitan, karena rangkaian ini masih tergolong simple.

Cara kerja rangkaian lampu flip-flop ini ialah transistor digunakan dalam keadaan cut off dan saturasi ( ON/OFF ), dan kapasitor elektronik (elco) digunakan sebagai delay untuk mentriger kaki basis transisitor dikarenaka sifat elco yang dapat menampung arus listik. Lamanya flip-flop tergantung pada besar kecilnya ukuran elco, jadi jika kita membutuhkan delay waktu yang lama maka kapasitas elco dapat kita perbesar begitu juga sebaliknya jika kita membutuhkan waktu delay yang sebentar maka kita dapat memberikan kapasitas elco yang lebih kecil. pemasang elco dan diode jangan sampai terbalik karena akan dapat mempengaruhi rangkaian.

Berikut adalah skema dari rangkaian lampu flip-flop sederhana yang mengggunakan dua buah diode.

Komponen-komponen yang dibutuhkan untuk membuat rangkain diatas adalah sebagai berikut :



























2 buah resistor 22k
2 buah resistor 470 ohm


















2 buah led ( bebas merah / hijau / bening )




















2 buah transistor BC 337






















2 buah kapasitor 4,7 mikro farad
Dari skema diatas kemudian kita buat layout rangkaiannya. Layout merupakan jalur yang akan digunakan untuk menyambungkan komponen yang satu dengan yang lainnya. Layout dapat dibuat dikertas millimeter block atau dikertas biasa terlebih dahulu.
Berikut adalah contoh layout dari rangkaian flip-flop :





Setelah membuat layoutnya, kita pindahkan ke pcb dengan cara digambar ulang atau menggunakan metode sablon, cutting sticker. Kemudian setelah proses tersebut selesai pcb kita ecching agar terlihat jalur mana saja yang akan dipakai untuk rangkaian, pastikan tidak ada jalur yang short.
Dilanjutkan dengan mengebor pcb yang digunakan untuk menempatkan komponen-komponen yang telah ditentukan. Solder, dan kemudian rangkaian dapat digunakan.




flowchart :





Apa kegunaan rangkaian flip flop ini untuk kebutuhan manusia? Jawabnya banyak sekali karena rangkaian ini dapat digunakan untuk lampu sen pada motor dan mobil serta hiasan pada etalase. Tegangan yang diperlukan untuk menyalakan rangkaian ini adalah sebesar 3 – 12 volt. Kita dapat mempergunakan baterai ataupun adaptor.
Jika sudah jadi dan rangkaian dapat bekerja dengan baik maka kita dapat bereksperimen kembali dengan mengganti nilai R1 & R3 atau juga nilai kapasitor C1 & C2. Penggantian komponen tersebut dapat merubah waktu berkedip lampu flip flop menjadi lebih cepat ataupun lebih lambat. Cara Membuat Lampu Flip Flop Sederhana

Sumber artikel : http://niluh-ayu.blogspot.com/2014/03/lampu-flip-flop-sederhana-menggunakan.html